Assalamu'alaykum Saudaraku.
Kendati difitnah, dicaci, dihina, pamor dan kebesaran Muhammad saw tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Pujian justru datang dari seorang sejarawan Kathollik ortodox Michael Hart.
Dalam bukunya 100 Tokoh Yang Berpengaruh di Dunia, Hart menempatkan Muhammad saw di peringkat pertama. Padahal ada tokoh Isa as, Michael Angelo, Plato, Aristoteles, Karl Marx, Angel, Thomas Alfa Edison, James Watt, Franklyn D. Roosevelt, hingga Lenin. Diantara jajaran orang-orang besar dan terbaik di dunia itu, mengapa Hart menempatkan Muhammad saw sebagai the best of the best?
Kita umat Islam sudah tahu jawabannya, bahwa dibalik Nabi Muhammad ada contoh teladan yang baik (kaana fii rasulullahi uswatun hasanah). Selain memberikan konsep kehidupan kelas satu, Muhammad saw juga pelaksana konsep itu dengan sebaik-baiknya. Ia memimpin dunia dengan keteladanan.
Kelembutannya telah berhasil meluluhkan kerasnya perangai Umar bin Khattab, keteladanannya mampu mempengaruhi Abu Bakar Shiddiq yang bersifat kenegarawanan, cara berniaganya yang jujur mampu memikat konglomerat Usman bin Affan, kecerdasannya mampu mempengaruhi intelektual muda Ali bin Abi Thalib. Pendek kata, pilihan Hart pada Muhammad saw sebagai orang paling berpengaruh di dunia sepanjang zaman, tidak hanya tepat tapi juga penuh makna.
Itu sebabnya, dibandingkan hujatan demi hujatan yang datang, pujian terhadapnya jauh lebih banyak dan lebih berkualitas. Itu sebabnya pula, setiap hujatan datang, setiap saat itu pula kebesaran Muhammad saw mencuat mengingat hujatan yang datang tak lebih sebuah fitnah zaman semata.
Shallallah 'ala Muhammad
Shallallah 'alaihi wassallam
Shallallah 'ala Muhammad
Ya Robbi shalli wa sallim

