Assalamu'alaykum Saudaraku...
Saya ingin sekali mengomentari pernyataan negatif yaitu kesaksian bapak RSK yang katanya alumni bioenergi(program prospek) dan merasa dibohongi. Bapak RSK yang terhormat, saya juga alumni bioenergi program BEP. Dan ada sekitar 40-an alumni BEP lainnya yang satu angkatan dengan saya waktu itu. Dan BEP adalah program pertama saya yg saya ikuti di bioenergi sebelum program-program yg lainnya yg saya ikuti.
Saya pikir penilaian "kegagalan" yang bapak ungkapkan adalah ungkapan sepihak, dan pernyataan "kebohongan" yang bapak RSK katakan adalah pernyataan yang membabi buta. Mari kita kupas permasalah tersebut dengan dewasa. Saya akan menganalogikan "kegagalan" dan "kebohongan" itu seperti apa.
1.jika Anda kuliah di UGM dengan biaya yang mahal lalu ternyata ketika lulus kuliah Anda selalu gagal ketika test kerja sehingga anda menganggur menahun, apakah Anda akan mengatakan bahwa UGm telah gagal dan melakukan pembohongan. Meski di brosurnya UGM mengatakan mampu mencetak sarjana yang handal dan siap kerja. Lantas karenanya anda akan menuntut UGM?, i don't think so
2.Jika anda mengikuti training di ESQ. Ternyata seminggu pasca pelatihan 10 dari 60 peserta gagal menerapkan materi training dalam kehidupan sehari2nya sehingga senantiasa menemui kegagalan. Apakah Anda akan menyatakan bahwa ESQ telah gagal dan melakukan pembohongan?.
Saudaraku kegagalan adalah hal yg biasa, bahkan terlalu biasa dalam hidup untuk seorang yang bersungguh2 ingin sukses. Masalahnya disini adalah hampir setiap orang menginginkan cara yang instan untuk mencapai kesuksesan. Cara yang cepat, hari ini ikut pelatihan besok ingin sukses(kaya). Saya pikir, bapak RSK harus interopeksi diri mengapa senantiasa gagal. Justru faktor kegagalan ada dalam diri bapak sendiri. Lakukan konsultasi dengan orang yang sudah sukses, dengan bapak syaiful ato yang anda anggap sukses. Gunakanlah cara2 yg positif, tidak seperti sekarang yang bapak RSK lakukan. Sudah jatuh, lantas anda tertimpa dosa pula memberikan pernyataan negatif.
Saudaraku, kegagalan hari ini bukan berarti kegagalan hari esok. Mari berpikir positif(khusnudzon), perbaiki niat, jalin kembali tali silaturahim yang terkoyak. Kita songsong hari esok dengan keyakinan kita pasti berhasil. SUKSES!!!

