Assalamu'alaykum Saudaraku.

Kesibukan demi kesibukan mengelayuti kehidupan kita. Rutinitas mulai membelenggu diri, dan mengaburkan kesejatian hidup. Pagi berputar menjadi malam, dan hari berganti, minggu berganti, menjadi bulan dan tahun. Usia bertambah dari kelahiran menuju kematian.
Kali ini cobalah sejenak berhenti. Berhenti dalam beberapa detik. Berhenti dalam beberapa menit.
Duduklah dengan tenang dan bernafaslah dengan perlahan. Carilah tempat yang damai dan tenang. Memutar kembali film kehidupan kita sendiri.....
Menangislah. ....
Cobalah untuk menangis, temukan apa saja alasannya. Jika anda menemukan raut wajah orang tua Anda, maka menangislah karena wajahnya. JIka Anda menemukan Pengemis dan peminta minta maka menangislah karena mereka ataupun karena anda lebih beruntung dari mereka. JIka Anda menemukan anak-anak anda yang lucu, maka menangislah karena keberadaannya. Jika Anda menemukan ucapan atau tulisan yang menyakiti orang lain, maka menangislah karenanya, atau karena kelemahan tak kuasa menahan diri.
Nikmati hangatnya airmata mengalir, dan mulainya sebuah kelembutan.
Menangislah. ....
Biarkan airmata itu mengalir, dan melembutkan hati anda. Biarlah kebencian ikut luntur perlahan bersama butiran bening yang menggelinding di pipi Anda. Menangislah, jika anda sudah terlalu lama tidak menangis. Ajaklah hati anda untuk berlembut-lembut. Biarkan hirupan nafas masuk bersama perasaan cinta dan saling menyayangi, serta meniup kedengkian demi kedengkian.
Rasakan ketenangan anda sendiri, bersamaan dengan berputarnya film kehidupan Anda. Telusuri kembali perjalanan hidup, dan telusuri kembali nilai-nilai yang sudah masuk dalam pikiran dan hati.
Ada yang perlu Anda lakukan.
Menangislah Agar kelembutan demi kelembutan, mengiringi persahabatan dan perjalanan hidup kita. Jangan biarkan rutinitas membekukan dan mengeraskan hati, Jangan biarkan rutinitas demi rutinitas membuat debu kedengkian melekat tebal dalam diri.
Menangislah, karena ada sifat iri, dengki, sombong, dan amarah yang telah mengotori hati. Mungkin tidak terasa anda telah menyakiti orang lain, mendzholiminya hanya karena anda merasa benar, merasa suci, merasa paling beriman, maka benarkah demikian?
Menangislah karena hati nurani anda ada kejujuran dan segeralah perbaiki langkah anda selanjutnya...
Saudaraku,... Cobalah untuk melakukannya
Menangislah demi apa saja.
Menangislah. ..karena apa saja....
Nikmati sensasinya, karena hanya manusia yang bisa meneteskan airmata, maka menangislah untuk mengembalikan nilai nilai kehidupan kita sebagai manusia. Biarkan semakin deras air mata itu mengalir. Biarkan Badan ini berguncang-guncang.
Menangislah. ....
Karena memang selalu ada alasan untuk menangis, sebagai tanda kelembutan jiwa.
Salam Sukses!

